Bagaimana Cara Membuat dan Mengelola Master Item
Tim GloryX · Diperbarui 7 Oktober 2026
Master Item adalah referensi produk utama GloryX: bahan, barang yang dibeli, barang yang dijual, komponen Production, hingga produk kasir. Satu Master Item dapat dipakai lintas modul sesuai tag dan konfigurasi yang Anda tetapkan.
Pembuatan Master Item memakai panduan bertahap: Data Umum, Satuan, Stok, dan Detail Lainnya. Anda dapat berpindah antar tahap; kembali ke tahap sebelumnya tidak mengubah data yang sudah diisi.
Cara membuat Master Item
Pastikan Unit, Item Type, dan Group Perform yang dibutuhkan sudah tersedia.
- Buka menu Setup Data, lalu pilih Master Item.
- Buka halaman pembuatan Master Item.
- Isi Data Umum: kode, nama, klasifikasi, tag, status, Unit, dan konfigurasi dasar.
- Isi konfigurasi Satuan: barcode, satuan beli dan jual, atau konversi yang didukung.
- Isi konfigurasi Stok: stok minimum dan maksimum serta level harga bila tersedia.
- Isi Supplier, Tax, pemetaan akun, gambar, catatan, dan konfigurasi tambahan.
- Simpan Master Item.
Panduan field
Pembuatan memakai empat tahap: Data Umum, Satuan, Stok, dan Detail Lainnya.
| Field (Data Umum) | Cara isi |
|---|---|
| Level | Wajib. Level 0 atau Level 1; digit pertama Code mengikuti Level dan Code dapat terisi otomatis. |
| Tags | Pilih tag pemakaian seperti Stock, Sell, Buy, atau Stock Transfer. |
| Code | Wajib, maksimal 6 karakter. Pilih Level terlebih dahulu. |
| Status | Wajib. Active untuk transaksi baru; Inactive tetap menjadi riwayat. |
| Name | Wajib. Nama Master Item. |
| Type | Wajib. Pilih Item Type yang tersedia. |
| Group Perform | Opsional; pilih None bila tidak ada. |
| Main Unit | Wajib. Satuan utama. |
| Purchase Unit | Wajib. Satuan beli. |
| Sales Unit | Wajib. Satuan jual. |
| Inventory Account | Tampil bila Anda memiliki Permission baca akun; pilih Inventory Account bawaan. |
| Purchase Account | Tampil bila Anda memiliki Permission baca akun; pilih Purchase Account bawaan. |
| Sales Account | Tampil bila Anda memiliki Permission baca akun; pilih Sales Account bawaan. |
| Field (Satuan) | Cara isi |
|---|---|
| Standard Purchase Price | Wajib. Harga beli acuan. |
| Tolerance % | Toleransi harga dalam persen. |
| Max Purchase Price | Batas atas harga beli yang didukung. |
| Lowest Purchase Price | Wajib. Batas bawah harga beli. |
| Highest Purchase Price | Wajib. Batas atas harga beli. |
| Latest Purchase Price | Wajib. Harga beli terakhir yang tercatat. |
| Selling Price | Harga jual acuan. |
| Min Selling Price | Batas bawah harga jual. |
| Max Selling Price | Batas atas harga jual. |
| Min Purchase QTY | Jumlah beli minimum. |
| Barcode | Barcode produk. |
| Barcode Name | Nama barcode. |
| PLU Client | Kode PLU klien. |
| Detail Unit (Unit + Ratio) | Pilih Add Unit untuk menambah baris konversi satuan beserta rasionya. |
| Field (Stok) | Cara isi |
|---|---|
| Minimum Stock | Wajib. Batas bawah stok untuk peringatan. |
| Maximum Stock | Wajib. Batas atas stok. |
| Price Level Stock (Level 1 sampai 5) | Isi Price (Rp) per level; Code dan Name hanya-baca, Price (%) dihitung dari Selling Price. |
| Field (Detail Lainnya) | Cara isi |
|---|---|
| Main Supplier | Pilih Supplier utama atau None. |
| Purchase Tax | Pilih Purchase Tax bawaan. |
| Sales Tax | Pilih Sales Tax bawaan. |
| Images | Unggah gambar produk bila ada. |
| Note | Catatan tambahan. |
Aturan yang perlu diperhatikan
- Kode Master Item harus unik dalam lingkup Merchant.
- Referensi yang dipilih, seperti Tax atau akun, harus valid pada konteks Merchant.
- Tag menentukan di mana Master Item dapat dipakai, misalnya Stock, Sell, Buy, atau Stock Transfer.
- Harga jual dan beli yang Anda isi menjadi nilai bawaan, bukan nilai valuasi Inventory. Valuasi memakai metode FIFO atau Moving Weighted Average dari Accounting Setup.
- Master Item yang Active dapat dipakai transaksi baru; yang Inactive tidak, tetapi tetap tampil pada riwayat.
Master Item yang Active dapat dipakai pada Purchase, Sales, Inventory, Stock Transfer, Production, dan POS sesuai kemampuannya.